Ustad Ica Ikhwanudin: Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan seperti Aksi Teroris

MAJALENGKA (CT) – War Or Teroris yang dijalankan saat ini seperti perang terhadap umat Islam. Hampir semuanya yang dianggap teroris itu adalah umat Islam. Bahkan ada pihak yang menyatakan bahwa terosris itu berasal dari pesantren dan juga pengajian di Mesjid. Lebih dari itu ketika penangkapan terduga teroris, Kitab suci Al-Quran juga dijadikan sebagai salah satu barang bukti.

Hal yang berbeda ketika non muslim melakukan terror/pengeboran di salah satu mall di tanggerang dia dikatakan tidak termasuk Teroris. Bahkan yang sudah jelas membunuh anggota TNI dia juga tidak disebut teroris. Jadi Istilah teroris itu untuk siapa? Untuk kepentingan siapa?

Hal tersebut disampaikan oleh Ustad Ica Ikhwanudin dalam acara Majelis Siyasy Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Majalengka yang digelar hari Minggu (10/04) di Mesjid An Nur Komplek Neglasari Majalengka.

Ustad Ica juga menerangkan misalnya saja pada peristiwa bom Thamrin sebenarnya siapa yang di untungkan, apakah umat Islam? tentu saja bukan, namun setelah peristiwa itu terjadi UU terosisme akan dirubah dan akan lebih agresif lagi kepada masyarakat(umat islam), dana triliunan dari rakyat untuk BNPT dan Densus 88 juga semakin meningkat.

“Islam tidak mengajarkan kekerasan, merusak, dan membunuh manusia (tanpa sebab). Islam itu bukanlah ancaman untuk yang lainnya. Tapi Islam adalah harapan dan dambaan bagi masyarakat. Sudah terbukti dengan diterapkannya Islam selama 14 Abad lamanya tercipta kedamaian di seluruh pelosok Negeri. Saat ini pihak asing/kafir penjajah melakukan berbagai cara agar Islam tidak bangkit, salah satunya dengan menyampaikan isu terorisme. Sesungguhnya bukan umat islam yang suka menebar terror kepada masyarakat. Justru pihak asing/kafir, BNPT dan Densus 88 lah yang harus di Deradikalisasi karena sudah menebar teror terhadap masyarakat” ungkap dia.

Pembicara yang lainnya KH. Aa Fachrurozi, SP., MP menyampaikan Islam itu sebagai agama sekaligus juga Ideologi (Mabda). Di Dunia ada tiga ideology yakni Liberalisme kapitalisme, Komunisme Sosialisme dan Islam. Dan saat ini ideology Liberalise Kapitalisme yang sedang berkuasa sehingga negara yang menerapkan Ideolgy ini sangat takut ketika Islam akan bangkit kembali.

War or Teroris ini dilakukan oleh Negara yang mempunyai ideology liberalism Kapitalisme supaya ideology mereka tetap langgeng. Mereka menjejah Negeri-negeri Muslim, bukan hanya mengambil kekayaan alamnya saja tetapi mereka membunuh ribuan rakyat Negara tersbut (kaum muslim). Dengan terjadinya hal tersebut masyarakat di Negeri yang dijajah akan melawan terhadap yang menebar Teror tersebut.

Mempertahankan diri itu termasuk jihad, dan itu bukan tindakan teroris. Namun ada sebagian yang salah menanggapi tentang makna jihad ini, mereka dimanfaatkan oleh pihak asing sehingga pihak asing dengan leluasanya menginterfensi Negara yang lainnya untuk menjalankan perang terhadap terorisme. Termasuk salah satunya di Indonesia untuk menjalankan perang terhadap teroris.

Saat ini Indoensia dijadikan target Muslim World Outsach, agar umat Islam di Indoneisa terpecah belah. Hal ini didasarkan kepada : pertama Indonesia merupakan kaum Muslim terbanyak di Dunia dan kekayaan alamnya juga banyak, kedua pemahaman tentang keislaman masyarakat sangat lemah dalam mengakses agama Islam. Sehngga karakter masyarakat seperti itu tergantung kepada para ulama dan media.

“Islam mengajarkan umatnya untuk tidak membunuh orang lain dan merusak alam. Namun saat ini orang Islam dianggap teroris, padahal Negara kafir yang terorganisir membunuh ribuan rakyat tak berdosa itu bukan termasuk teroris. Seharusnya yang dilakukan cara menanggunlangi terosisme adalah dengan menumpas Sumber Terrosisme itu sendiri. Negara yang sudah menjajah kaum Muslim (di Afganistan, Irak) dan membunuh ribuan kaum Muslim. Serta menerapkan aturan Allah diseluruh aspek kehidupan di Negeri ini agar tercipta suatu kedamain di seluruh pelosok negeri (Islam Rahmatan Lil’alamin),” kata dia.

Acara Majelis Siyasy Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Majalengka di hadiri oleh pulahan tokoh, ulama dan masyarakat umum dari berbagai pelosok di wilayah Majalengka. (Abduh)

738 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*