Ustaz S Asal Majalengka Percaya Penggandaan Uang Oleh Dimas Kanjeng

Majalengkatrust.com – Fenomena Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang dipercaya bisa menggandakan uang ternyata mempunyai pengikut atau murid asal Majalengka. Lebih fenomenal lagi, ternyata pengikutnya ini seorang yang berprofesi sebagai Ustaz atau penceramah.

Lelaki yang meminta namanya disamarkan dengan inisial, S (40) asal Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka ini mengaku kepada awak media dalam konferensi pers di sebuah Masjid di kawasan Majalengka Kota, awal dia tertarik menjadi murid Dimas Kanjeng mulai tahun 2014.

Dia mengaku diajak temannya seorang pria bernama, H UB asal Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

“Teman saya sampai tiga kali menunjukan proses penggandaan uang dan emas berlian, akhirnya saya menjadi murid Dimas Kanjeng,” ungkap S kepada awak media, Rabu (13/10).

Ia mengungkapkan menyetor mahar pertama ke seorang pria bernama Pri sebesar Rp. 3,5 juta di Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo Jawa Timur dan mahar kedua Rp. 2 juta.

“Sebelum menghadap Dimas Kanjeng, saya diberi masukan oleh Pak Wahyu Wijaya, kalau jadi santri Dimas Kanjeng jangan setengah-setengah,” ungkap S.

Kemudian setelah itu, ungkap S, dirinya dan rombongan dari Cirebon dipertemukan dengan Dimas Kanjeng dan ditanya tidur dimana dan makannya bagaimana.

“Yang hebat Dimas Kanjeng bisa tahu, rombongan kami dari Cirebon sebelumnya sudah ziarah ke Makam Mbah Ilyas gurunya Dimas Kanjeng di Mojokerto,” ungkap S.

Setelah itu, menurut S, mereka disarankan oleh Dimas Kanjeng untuk ziarah ke makam Mbah Holil di Madura dan Makam Sunan Bonang.

S mengungkapkan Dimas Kanjeng Taat Pribadi mempunyai santri sebanyak 26 ribu yang terbagi tiga kelas yaitu santri kabupaten dengan setoran mahar Rp. 3,5 juta, santri provinsi dengan setoran mahar Rp. 7,5 juta dan santri pusat dengan setoran mahar tidak terbatas.

“Yang mahar Rp. 3,5 juta nanti mendapat Rp. 50 milyar dan mahar Rp. 7,5 juta mendapat Rp. 100 milyar,” ungkap S.

Di Padepokan Dimas Kanjeng, lanjut S, setiap hari dzikir dan istigotsah baca tawasul, Yasin, sholawat terus doa dengan istigotsah akbar setelah sholat magrib.

“Perlu penyelidikan ulama dan MUI secara intensif karena sosok Dimas Kanjeng yang fenomenal, kalau minalllah dari Allah negara harus berbangga karena yang dikaji Dimas Kanjeng ini kitab-kitab salafiyah yang dipelajari pesantren-pesantren salafiyah kelas atas,” ungkap S.

S mengungkapkan dirinya masih yakin uang dirinya akan cair karena pernah melihat langsung Dimas Kanjeng melakukan proses penggandaan uang dan perhiasan dari jarak 2,5 meter.

“Mau proses penggandaan ini, Dimas Kanjeng selalu baca ayat surat Yasin Kun Fayakun,” ungkap S.

“Ketika akan terjadi penangkapan Dimas Kanjeng dalam kondisi bingung mau mencairkan uang, melihat santri di tenda-tenda akhirnya dikumpulkan para petinggi dan diputuskan hari Jumat akan dicairkan, namun hari Kamisnya keburu ditangkap polisi,” ungkap S.

S mengatakan sampai saat ini dirinya 70 persen masih yakin uangnya akan cair karena pernah diperlihatkan tumpukan uang rupiah,  dollar dan mata uang asing lainnya sepanjang 15 meter dan setinggi 3 meter.

“Uang dollar saja sampai 6 karung dan diberikan ke semua orang pecahan selembar 100 dollar per orang dan itu asli dan punya saya juga bisa ditukarkan ke rupiah,”ungkapnya.

S menegaskan visi misi padepokan Dimas Kanjeng riil dan benar namun ada pergerakan santri-santri koordinator yang tidak amanah yaitu uang mahar tidak disetor ke Sekretariat tapi dipakai nikah lagi dan bangun rumah.

“Ada juga pergerakan santri yang tidak amanah yang sudah cape menunggu pencairan dan tidak percaya yang membuat pengaduan ke Polres Probolinggo, saya harap ulama atau MUI mengkaji langsung, kalau perlu ketemu langsung Dimas Kanjeng, jangan menghakimi dengan mendengar kata orang atau hanya pengaduan saja,” tandasnya. (Abduh)

3429 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*