Wakil Bupati Majalengka Ajak Generasi Muda Tularkan Nilai Kepramukaan

Majalengkatrust.com – Wakil Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi mengatakan, kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur.

“Selain itu, kepramukaan juga merupakan sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia,” kata Wabup Karna saat peringatan Hari Pramuka di alun-alun Kabupaten Majalengka, Kamis (29/09).

Untuk itu, lanjut dia, anak-anak muda di Gerakan Pramuka harus menyiapkan diri untuk menjadi generasi muda Indonesia yang kuat, yang tangguh.

“Siapkan diri menjadi anak muda yang produktif, anak muda yang penuh optimisme, anak muda yang memiliki daya juang yang tinggi, anak muda yang tidak takut bersaing, anak muda yang pantang menyerah. Namun, tetap menjadi anak muda yang mencintai sesama, rela menolong, menjaga sopan santun dan budi pekerti,” pesan Wabup Karna.

Wabup Karna juga menambahkan, pihaknya ingin mengajak Gerakan Pramuka untuk senantiasa mengikuti kemajuan teknologi informasi, yang berkembang dengan cepat.

“Gerakan Pramuka juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi informasi ini dengan baik dan cerdas. Gunakan kemajuan teknologi informasi untuk menyebarkan pesan-pesan Gerakan Pramuka,” tukasnya.

Dia menegaskan agar generasi muda menggunakan media sosial baru, untuk mengajak anak-anak muda lainnya bergabung ke gerakan Pramuka, untuk lebih menarik minat anak-anak muda terlibat dalam kegiatan pramuka yang keren dan menyenangkan.

“Namun, saya juga mengingatkan pada kita semuanya agar media sosial jangan dipergunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Apalagi dipergunakan untuk mencela, jangan! Untuk mengumpat, jangan! Untuk merendahkan orang lain, jangan! Untuk menjelekkan orang lain, jangan! Untuk menebar kebencian, jangan! Asal bunyi serta ungkapan-ungkapan yang tidak produktif, jangan sampai terjadi,” pungkasnya. (Abduh)

1308 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*