Warga Bangladesh Divonis Tiga Bulan Kurungan Oleh Hakim PN Majalengka

MAJALENGKA (CT) – Seorang warga Negara Bangladesh, Muhammad Al-Amien (33) yang menikah dengan, Euis Nurlaela (32) warga Desa Ganeas, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka divonis Pengadilan Negeri Majalengka selama 4 bulan penjara karena dianggap melanggar pasal 113 No 6 tahun  2011, tentang Keimigrasian, Rabu (26/08).

Vonis majelis hakim yang dipimpin Rizal Taufani, tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Wahyu Heri P yang menuntut Muhamad Al-Amin selama enam bulan kurungan.

Muhamad Al-Amien ditemui di Pengadilan Negeri Majalengka mengatakan, dirinya datang ke Indonesia pada 12 Februari lalu, mengikuti istrinya, Euis Nurlaela yang dinikahinya ketika sama-sama bekerja di Malaysia. Euis sendiri lebih dulu pulang ke Indonesia dibanding Muhamad, karena kontrak kerjanya di Malaysia lebih dulu habis.

Keduanya mengaku menikah siri di sana, rencananya akan menikah secara resmi melalui Kantor Urusan Agama di Talaga, namun ternyata dia terjerat persoalan hukum karena keberadaannya dianggap ilegal.

Dia mengakui ketika datang ke Indonesia tidak menggunakan visa resmi, karena ketika masuk melalui Batam atas keinginan oknum agen kerja di Batam. Muhammad sendiri mengatakan telah menyerahkan uang untuk pembuatan visa tersebut, namun ternyata visa tidak juga diterimanya hingga akhirnya dia dibawa agen serta nekad datang ke Majalengka atas dorongan batinya untuk menemui istrinya.

Pada 1 Maret dia ditangkap Polsek Cigasong atas kecurigaan warga Cigasong, karena kedatangan Muhamad ke rumah tersebut tanpa terlebih dulu melapor kepada Ketua Rukun Tetangga setempat.

Kasie Pengawasan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Cirebon, Heryansyah Daulay mengatakan, ketika penanganan Muhammad, pihaknya mendapatkan laporan dari Polsek Cigasong. Namun dia terlebih dulu menghubungi keimigrasian Batam karena penjelasan  Muhammad masuk melalui Batam.

“Setelah kami koordinasi, ternyata di Kantor Imigrasi Batam tidak tercatat naman Muhamad, sehingga menyarankan untuk ditangkap karena melanggar UU Keimigrasian,” jelas Heryansyah Daulay saat ditemui di PN Majalengka. (Abduh)

2010 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*