Warga Nekat Terobos Jalan Longsor Meski Ditutup Total

MAJALENGKA (CT) – Sejumlah pengendara sepeda motor nekad menerobos jalan nasional Cikijing-Kuningan yang longsor dan dinyatakan ditutup serta berbahaya oleh pihak berwenang di Dusun Cipasung Desa Sindangpanji Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka.

“Terpaksa nerobos walaupun berbahaya, daripada memutar ke Gunung Sirah yang lebih jauh,” kata Mulyana (38) warga Cikijing kepada CT, Minggu (03/04).

Mulyana mengatakan warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan nasional tersebut karena sangat vital bagi akses warga baik yang pergi sekolah, berdagang, maupun bekerja.

“Akses lalu-lintas warga Cikijing ke Kuningan dan sebaliknya cukup vital karena di daerah perbatasan ini merupakan akses pulang-pergi warga sehari-hari yang bekerja, sekolah dan berdagang,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Adun (40) warga lainnya yang bekerja mengirim pakan ternak ayam setiap hari dari Majalengka ke Kuningan lewat Cikijing.

“Saya berharap jalan ini segera diperbaiki karena kalau lewat jalan alternatif ke Gunung Sirah memutar cukup jauh dan jalannya sempit, mobil truk roda double tidak bisa papasan,” ungkapnya.

Selain itu menurutnya melalui jalan alternatif Gunung Sirah tersebut setiap pengendara mobil harus menyiapkan uang receh antara Rp.5.000-Rp. 10.000 sekali jalan karena banyaknya pengatur jalan atau “Pak Ogah” mulai Sindangpanji, Cidulang, Cipulus, Gunung Sirah dan Darma.

“Kasihan anak-anak sekolah atau pekerja yang menggunakan angkutan umum, anak saya yang kuliah di Kuningan terpaksa ngekost, padahal kalau jalan normal pakai angkutan umum cuma 30 menit, kami berharap jalan cepat diperbaiki agar kehidupan kami kembali normal,”ungkapnya.

Sementara itu Kabid Lalu-lintas dan Dallop Dinas Perhubungan Kominfo Kabupaten Majalengka, Dedi Supriadi ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait terpaksa melakukan penutupan jalan total Cikijing-Kuningan, karena badan jalan yang longsor mencapai 40 persen, dan sangat berbahaya meskipun dilalui kendaraan roda dua sekalipun.

“Untuk angkutan umum bus sedang dan besar, jurusan Ciamis-Cirebon dialihkan lewat Majalengka, sedangkan roda dua bisa melalui jalur alternatif Cidulang-Cipulus-Karanganyar-Gunung Sirah-Darma-Kuningan,” jelasnya.

Seperti diberitakan CT sebelumnya bencana longsor besar memutuskan jalan nasional utama Cikijing-Kuningan di blok Cipasung Desa Sindangpanji Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka sehingga arus lalu-lintas terpaksa dialihkan ke rute alternatif.

“Akibat longsor tadi malam jalan raya total tidak bisa dilalui kendaraan R4 dan kendaraan roda 2 pun sangat bahaya menyisir terbing sehingga disarankan melalui jalur alternatif,” kata Kapolres Majalengka AKBP Yudhi Sulistianto Wahid,S.Ik melalui Kapolsek Cikijing Kompol Nurjaman, Senin (15/02) pagi.

Pengalihan rute rekayasa lalu-lintas menurut AKBP Yudhi dari arah Ciamis dan Majalengka menuju Kuningan dialihkan melaluii Sindangpanji-Cipulus-Karanganyar-Darma dan begitu juga sebaliknya.

“Kami koordinasi dengan Polres Kuningan untuk penutupan arus lalin dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka jalan raya Cikijing-Kuningan ditutup total,” tukasnya.

Seperti diberitakan CT sebelumnya bencana longsor ketika hujan sangat deras, Minggu (14/02) sekitar pukul 19.00 wib di jalan raya Provinsi Cikijing- Kuningan tepatnya di blok Cipadung Desa Sindangpanji Kecamtan Cikijing Kabupaten Majalengka menyebabkan sebuah mobil minibus Isuzu Panther beserta penumpangnya amblas dan terseret masuk jurang.

“Tanah longsor dan jalan amblas panjang sekitar 30 meter dan kedalaman jurang sekitar 50 meter,” kata Kapolres Majalengka AKBP Yudhi Sulistianto Wahid,S.ik melalui Kapolsek Cikijing Kompol Nurjaman.

Menurutnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan korban lebih lanjut maka jalan raya Cikijing-Kuningan ditutup total. (Abduh)

1338 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*