Warga Pasirayu Majalengka Minta Dibuatkan Jembatan Permanen

MAJALENGKA (CT) – Warga yang tinggal di Desa Pasirayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten majalengka meminta kepada pemerintah daerah agar dibuatkan jembatan permanen. Pasalnya Selama ini warga kedua desa hanya memiliki jembatan gantung yang berada di atas Sungai Cikeruh, itupun kondisinya sudah seringkali rusak.

Jembatan gantung sepanjang kurang lebih 30 meter dengan lebar 1 meter dengan ketinggian mencapai 30 meter, membentang di atas Sungai Cikeruh tersebut menurut beberapa warga dibangun belasan tahun lalu. Karena awalnya lalulintas antara kedua desa tersebut harus menyebrangi sungai yang pada musim penghujan airnya sangat deras dan liar.

Berdasarkan pantauan CT selain sudah reot apabila terkena angin, jembatan tersebut juga sudah mulai keropos. Karena pembangunan jembatan sudah cukup lama, tak heran kalau kondisi kayunya di beberapa titik kini mulai rapuh. Untuk memperbaiki kayu yang lapuk warga setempat berupaya mengganti dari uang kencleng yang dikeluarkan oleh masyarakat yang melintas ke jembatan tersebut.

Warga setempat H. Agus (43) menuturkan, jembatan yang tua tersebut menurutnya sering kali mengalami kerusakan, dan tercacat selama 2015 ini sudah tiga kali warga memperbaiki jembatan yang menjadi sarana penghubung ratusan warga ini. Dan kali ini warga harus kembali memperbaiki jembatan ini, karena sudah mengalami kerusakan.

“Cepat rusak baru diperbaiki sudah rusak lagi, sudah tiga kali ini dibenerin, sekarang dibenerin lagi,” ucapnya ketika sedang memperbaiki jembatan, Jumat (25/09).

Berbeda dengan masyarakat di Desa Pasirayu, Masyarakat di Desa Pasindangan memilih Perahu seret untuk menjadi alat transportasi yang paling efektif dan efisien bagi warga Desa Pasindangan, dan Panongan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka serta sebagian warga Kertajati baik ke sawah ataupun lalu lintas antar desa saat menyeberangi Sungai Cimanuk yang lebarnya mencapai kurang lebih 200 meteran.

Disebut perahu seret karena laju perahu tersebut dikendalikan oleh operator dengan cara diseret. Alat seretnya menggunakan tali kawat besar yang dibentangkan dari ujung sungai sungai timur ke ujung sunga sebelah barat. Bagian ujung perahu dipasangi tiang dan diikat dengan tali tambang, untuk mengendalikan laju perahu ke bagian tali yang dibentangkan tadi.

Menurut keterangan sejumlah warga Desa Pasindangan, perahu seret memudahkan warga setempat saat bepergian ke sawah, kebun atau antar kampung. Karena hampir sebagian besar warga Pasindangan memiliki sawah dan kebun disebrang sungai Cimanuk, yang masuk ke Kampung Bojonggunem, Bojongggede, Desa Pasindangan serta Desa Sukawana, Kecamatan Kertajati.

“Bila tidak menyebrangi sungai Cimanuk maka jarak tempuh ke sawah atau kebun akan lebih jauh sekitar 6 km, karena harus memutar arah ke Desa Panongan, Jatitujuh, serta Panyingkiran,” kata Eti warga setempat yang setiap hari menggunakan jasa perahu. (Abduh)

2571 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*