Warga Resah Rencana Relokasi SDN 3 Cigasong, Polisi Tingkatkan Patroli

MAJALENGKA (CT) – Rencana relokasi SDN 3 Cigasong untuk dijadikan Kantor Satpol PP Kabupaten Majalengka membuat sebagian warga dan orantua siswa resah karena tidak ada sosialisasi sebelumnya.

Menurut keterangan Kapolres Majalengka AKBP Yudhi Sulistianto Wahid melalui Kapolsek Cigasong AKP Kustadi, SH didampingi Subbag Humas Bripka Riyana,S.sos pihaknya telah menerima laporan dari tokoh masyarakat dan pihak sekolah mengenai rencana relokasi tersebut.

“Kami telah menerima laporan dari Tokoh masyarakat Bapak Aef mengenai rencana relokasi SDN 3 yang akan dimerger dengan SDN 1 Cigasong,” ungkap Kapolsek kepada CT, Minggu (30/08).

Kapolsek juga mengungkapkan dari keterangan Kepala Sekolah SDN 3 Cigasong Uus (50) menjelaskan pada pertengahan bulan Ramadhan 2015 , SDN 3 kedatangan dua anggota Satpol PP Kabupaten Majalengka tanpa ada koordinasi atau surat pemberitahuan kepada pihak sekolah dan kedua anggota Satpol PP tersebut datang ke SDN 3 langsung melakukan pemotretan bangunan dan denah di lingkungan sekolah.

Uus selaku Kepsek menghampiri dua anggota Satpol PP tersebut menanyakan maksud dan tujuan pemotretan. “Anggota Satpol PP menjawab disuruh Bapak, Kepsek hanya terdiam,” ungkap Kapolsek.

Ia mengungkapkan setelah itu sudah lama waktu bergulir muncul isu bahwa lokasi SDN 3 Cigasong akan merger ke SDN 1 Cigasong dan direlokasi menjadi kantor Satpol PP yang baru.

Kemudian menurut Kapolsek, Rabu (26/08/2015) pihak sekolah mngundang orang tua murid untuk mensosialisasikan perkembangan isu tersebut, sekira jam 09.00 s/d 12.00 wib serta dihadiri Kepala UPTD Pendidikan Kec. Cigasong H Momon, Kepsek Uus, komite sekolah H Casmat,Tokoh masyarakat H jojo, Lurah Cigasong Acep Didin dan orang tua murid.

“Hasil rapat tersebut para guru dan orangtua murid menolak adanya rencana relokasi,” jelas Kapolsek.

Dampak dari situasi tersebut mengundang reaksi masyrakat dan mendukung aksi penolakan rencna relokasi, dukungan tersebut masih sebatas penandatangan aksi penolakan dan 600 orang warga pendukung dari warga kelurahan Cigasong.

“Karena beredarnya isu tersebut menjadikan para guru dan orangtua murid gelisah serta mengganggu konsentrasi kegiatan belajar mengajar,” jelas Kapolsek.

Untuk mengantisipasi kegiatan anarkis, Kapolsek mengatakan pihaknya melakukan penggalangan dan patroli rutin di sekitar lingkungan Puspa kelurahan Cigasong dimana SDN 3 Cigasong berada.

Sementara Kasi Binwaslu Satpol PP Rachmat Kartono ketika dikonfirmasi membenarkan adanya rencana kantor Satpol PP akan pindah ke tempat yang sekarang berdiri SDN 3 Cigasong. “Itu kan baru rencana dan wacana awal, belum keputusan final, kita belum apa-apa,” ungkap Rachmat. (Abduh)

1806 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*