Warga Sekitar BIJB Setuju Harga Tanah Berkisar Rp 86-227 Ribu Per Meter

Majalengkatrust.com – Kepala BPN Majalengka Darmanto mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera lakukan pembayaran ganti rugi lahan seluas 14 ha (141.748 m2) atau 71 bidang tanah milik warga Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka untuk pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

“Sudah dilakukan negosiasi harga antara pemerintah dengan masyarakat di Kantor Desa Kertajati, masyarakat langsung menyepakati harga yang ditawarkan pemerintah sebesar Rp 86.000 per meter per segi hingga Rp 227.000 per meter per segi,” ungkap Darmanto, Rabu (26/10)

Menurut dia, perbedaan harga tersebut didasari atas status kepemilikan tanah antara sertifikat dengan akta jual beli dan kikitir, selain itu ditinjau dari kelas tanah serta kondisi lahan.

Sebagian lahan dan bangunan. Ada sebagian lahan yang diatasnya terdapat bangunan ada pula yang lahan kosong hanya tanaman. Darmanto yang juga Panitia Pengadaan Tanah untuk BIJB, mengungkapkann harga sebesar itu adalah harga hasil survei tim apraisal tahun 2016.

“Warga lebih diuntungkan dengan harga yang diberikan pemerintah. Lahan masyarakat tersebut sebagian kini sudah mulai dibangun pemerintah, karena pengukuran sebetulnya sudah dilaksanakan sejak tahun 2009 lalu,” jelasnya.

Dikatakan Darmanto, setelah negosiasi harga dilakukan pihak BPN akan segera melakukan validasi data kepemilikan lahan milik setiap warga, agar lahan mereka segera dibayarkan sesegera mungkin.

“Kalau masyarakat lebih cepat melengkapi kekurangan berkas kepemilikan lahannya maka minggu depan diharapkan ganti rugi lahan sudah bisa dibayarkan,”imbuhnya.

Dikatakan dia, pembayaran ganti rugi lahan itu sendiri akan dilakukan langsung oleh pihak pemerintah melalui  bank yang ditunjuk di kantor desa setempat, sehingga masyarakat bisa langsung menandatangani penerimaan uangnya  melalui buku tabungan masing-masing.

Hal ini untuk menghindari adanya dugaan pemotongan atau penggelembungan harga, disamping untuk keamanan masyarakat saat pengambilan uang.

Ketika disinggung soal ganti rugi lahan untuk wilayah lainnya seperti Sukamulya dan Kertasari yang sudah melakukan pemberkasan Darmanto belum bersedia menjelaskan. Hanya dia berharap proses ganti rugi bisa segera dilakukan menyusul kemudian.

Sementara itu, Camat Kertajati Aminudin mengatakan, masyarakat yang sudah menyerahkan pemberkasan sebetulnya berharap pengukuran lahan bisa segera dilakukan agar mereka bisa segera menerima ganti rugi seperti halnya warga Desa Kertajati. (Abduh)

1641 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*